Titipkan Kader Tindakan Konyol

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng Masruhan Samsurie menganggap langkah PPP kubu Djan Faridz yang akan menitipkan kader ke Partai Gerindra saat pilkada merupakan tindakan konyol. Menurutnya PPP kubu Muktamar Jakarta diisi sejumlah orang yang bukan kader tulen. Sehingga mereka tidak memiliki rasa handarbeni terhadap partai.

”Itu keputusan konyol karena tidak tahu perasaan masyarakat PPP,” ujar Masruhan. Seperti diketahui, PPP kubu Djan Faridz berencana menitipkan kadernya ke Partai Gerindra saat pilkada serentak. Hal tersebut dilakukan karena ishlah dua kubu PPP tak kunjung terlaksana.
Menurut Masruhan yang berada di kubu M. Romahurmuziy itu, di Jateng sendiri ada 6 kabupaten/kota yang ditargetkan menang pilkada oleh pihaknya. Dari jumlah tersebut, 3 daerah di antaranya akan mengajukan kader PPP sebagai calon kepala daerah. ”Tiga di antaranya ada kader PPP dan ditargetkan menang, bagaimana mau dititipkan?” ungkapnya heran.

Ketua Komisi A DPRD Jateng tersebut menuding kubu PPP Djan Faridz banyak diisi sosok yang bukan kader tulen. Dia mencontohhkan Djan Faridz dan Humphrey Djemat yang disebutnya tidak menjadi kader sejak kecil. Karenanya mereka tidak merasa handarbeni terhadap PPP. ”Mereka bukan kader, tapi direkrut saat Muktamar. Saya ragu mereka handarbeni. Buktinya saat Gus Romi (Romahurmuziy) menawarkan ishlah, justru ditolak. Ini sama saya menghancurkan PPP,” paparnya.

Meski begitu, pihaknya saat ini memilih menunggu proses hukum dua kubu PPP yang bertikai. Sebab diperkirakan ada keputusan di tingkat banding pada pertengahan Juni ini. Hal tersebut dilakukan untuk mengejar target waktu pendaftaran pasangan calon di KPU guna mengikuti pilkada.

Fungsionaris PPP Jateng Abdul Aziz juga menyesalkan langkah kubu Djan Faridz yang akan menitipkan kader ke Gerindra. Dia mencontohkan di Kabupaten Rembang, PPP berpeluang mengusung calon sendiri. ”Di sana ada 10 anggota dewan PPP, sedangkan Gerindra hanya 2. Jadi bagaimana mungkin dititipkan,” tandasnya.

Mantan Bendahara DPW PPP Jateng tersebut tetap berharap pintu ishlah terbuka. Sebab masih ada peluang keluarnya keputusan pengadilan sebelum pendaftaran di KPU. ”Kami upayakan terjadi ishlah internal sebelum masa akhir pendaftaran di KPU pada 28 Juli. Sudah ada surat terbuka ajakan ishlah dari Gus Romi, tapi tidak direspons positif. Mestinya (ajakan) dilakukan lagi, jangan putus asa,” ujarnya. ( kutip : radarSemarang )

Bagikan ;