PPP Minta Calon Independen Tak Dipersulit

Partai Persatuan Pembangunan berharap syarat dukungan untuk calon independen tak dipersulit. Ketua Umum PPP hasil Muktamar Pondok Gede Romahurmuziy berpendapat, syarat yang telah ditetapkan pemerintah saat ini cukup memberatkan calon perseorangan.

“Kalau dipersulit, sama dengan mengkontestasikan yang bersangkutan dengan calon yang berangkat dari partai politik,” kata Romi di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (23/4).

Syarat dukungan calon independen termaktub dalam pasal 41 ayat 1 huruf (d) rancangan revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Pasal itu mengatur, calon independen dapat mencalonkan diri apabila mengantongi dukungan 6,5 hingga 10 persen jumlah penduduk yang menjadi daftar pemilih tetap (DPT). Persentase tersebut dipengaruhi jumlah penduduk yang terdaftar sebagai DPT.

Romi menilai syarat ambang batas calon yang diusung oleh parpol sudah cukup baik. Menurutnya, persentase yang ditentukan dapat menghasilkan kader yang berkualitas.

“Sekarang tinggal bagaimana kekurangan Pilkada kemarin ditingkatkan,” ucapnya.

Pasal 40 ayat 1 pada draft yang sama mengatur, parpol dapat mendaftarkan pasangan calon kepala daerah jika memenuhi dua syarat.

Syarat tersebut adalah memperoleh 20 persen jumlah kursi di DPRD atau 25 persen akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum DPRD.

Terkait pengunduran diri anggota dewan yang hendak menjadi kepala daerah, Romi meminta pemerintah memberikan perlakuan yang sama dengan calon perseorangan.

“Yang sifatnya manusiawi tidak perlu dilarang,” ujarnya.

Aturan pengunduran diri bagi anggota legislatif muncul pada putusan Mahkamah Konstitusi. MK ketika itu memutuskan, anggota dewan wajib mengundurkan diri sejak KPU setempat menetapkan mereka menjadi pasangan calon kepala daerah.

Terkait Pilkada DKI Jakarta 2017, Romi menuturkan, partainya akan mengusung calon yang memiliki elektabilitas tinggi pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Namun, dia enggan menyebutkan nama calon yang akan diusung.

“Tunggu tanggal mainnya. Akan ada kejutan,” ucapnya.

Romi menegaskan, eletabilitas yang tinggi merupakan penilaian dari PPP yang tidak bisa ditawar. Apalagi, dia berpendapat, Jakarta membutuhkan sosok yang dapat diterima oleh seluruh kalangan masyarakat.

“Kami sudah mempertimbangkan bakal calon yang punya integritas, track record yang tak terbantahkan dan memilki modal sosial untuk membuat Jakarta lebih bersih dan aman,” tuturnya ( kutip : cnn )