PPP: Islam di Indonesia Bisa Bangkit dengan 5 Syarat

Sampai saat ini Islam masih dianggap dekat dengan keterbelakangan, radikalisme, dan korupsi. Islam di Indonesia bisa saja bangkit dan lepas dari stigma tersebut, asalkan menerapkan lima syarat ini.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy yang akrab disapa Romi punya lima cara agar Islam di Indonesia bisa bangkit. Pertama, beriman kepada Allah yang diwujudkan dengan amar ma’ruf nahi munkar.

“Oleh karena itu berpolitik hukumnya adalah fardhu ‘ain, agar kekuasaan tidak jatuh ke tangan orang-orang yang memusuhi Islam,” ujar alumnus Institut Teknologi Bandung ini dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/4/2017).

Kedua, penguasaan terhadap ilmu dan teknologi. “Mustahil Islam bangkit kalau tidak menguasai cabang-cabang ilmu. Ilmu disini bukan hanya ilmu dunia namun juga ilmu bekal ke akhirat nanti,” lanjut Romi yang memberikan pesan ini di tausiyah Kebangsaan di depan sekitar 4.500 Mahasiswa Baru Universitas Tanjung Pura, di Masjid Mujahidin, Pontianak.

foto ; detik

Ketiga, mewujudkan dan menjaga persatuan. “Senjata umat Islam adalah persatuan. Jangan mau diadu domba, karena perpecahan hanya melemahkan kita,” tegasnya.

Keempat, umat Islam perlu menyeimbangkan diri dengan berdiri di tengah-tengah (tawassuth) agar dapat diterima semua kalangan.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak ekstrem pada golongan kanan dengan memaksakan bersatunya agama dengan negara, seperti ISIS. Ataupun cenderung ke golongan ekstrem kiri yang meniadakan peran dan keberadaan agama dalam negara.

Syarat kelima, umat Islam harus berada di garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan. “Karena itu kewajiban kita mengkoreksi ketimpangan ekonomi yang menjadikan ketidakadilan itu menganga,” pungkasnya.

Mantan Sekjen PPP itu pun tak lupa mengampanyekan cinta ulama dan NKRI.

Romi bertanya “Kalau cinta Islam dan cinta ulama maka NKRI …?”. Sontak dijawab “Harga mati!” oleh para mahasiswa. ( kutip : detik.com )

Bagikan ;