PPP DKI Jakarta Ingin Kembalikan Kejayaan Partai Kabah

Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) I Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta, dihadiri Ketua Umum PPP M Romahurmuziy. Dalam sambutannya, Romy, begitu ia disapa, mengajak seluruh kader partai berlambang Kabah itu untuk mengembalikan kejayaan PPP di Ibu Kota. Diantaranya dengan melakukan silaturahmi kepada para alim ulama serta tokoh masyarakat, dan orang yang di tuakan yang sejauh ini jarang dikunjungi oleh para kader.

Ketua Umum PPP M Romahurmuziy menyampaikan sambutannya pada Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) I Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Rabu (23/8).

“Beliau-beliau para alim ulama dan tokoh masyarakat dan orang tua kita itu adalah sumber kekuatan PPP di masa lalu. Mereka harus kembali dirangkul,” ujar Romy, dalam Mukerwil yang dilaksanakan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Rabu (23/8).

Romy juga mengajak kader PPP untuk dapat meraih sekmen pemilih muda. Untuk sekmen pemilih muda ini, partai musti pintar dalam membangun citra sebagai partai yang menarik bagi kaum muda. “Bagaimana caranya agar partai ini dilihat berbeda dan menarik bagi para kaum muda, itu menjadi pekerjaan para kader semua,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Romy juga mempertanyakan ketidakhadiran tujuh anggota Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta dalam kegiatan tersebut. Iapun menginstruksikan, agar Ketua DPW PPP DKI Abdul Azis, memberikan sanksi terhadap kader yang tidak aktif dalam kegiatan partai.

“Dari 10 anggota DPRD DKI yang kita miliki, yang hadir dalam Mukerwil baru tiga orang, sedangkan yang tujuh orang tidak hadir. Saya minta Ketua DPW segera menyurati mereka,” ujar Romy, yang disambut tepuk tangan ratusan peserta Mukerwil.

Romy mengatakan, untuk membuat PPP kembali meraih kejayaan di Jakarta memerlukan perjuangan yang keras dari seluruh kader. Sehingga seluruh kader harus menyadari tugasnya masing-masing. Terlebih jika kader itu telah menjadi anggota dewan, tentu keberadaannya sangat penting dalam meningkatkan suara partai menjelang Pemilu 2019. “Kita tidak boleh lagi bersantai-santai, semuanya harus sama-sama bekerja,” katanya.

Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abdul Azis, mengatakan, kehadiran anggota DPRD DKI Jakarta sejumlah tiga orang dan ketidak hadiran tujuh orang lainnya, menunjukan siapakah kader yang loyal terhadap partai dan mana kader yang tidak loyal. Untuk itu, pihaknya akan menjalankan instruksi ketua umum demi kembali meraih kejayaan PPP di Ibu Kota. “Sekarang kita tahu mana kader yang benar-benar mencintai PPP dan yang tidak cinta PPP,” kata Azis.

Lebih jauh, Azis mengungkapkan, pihaknya saat ini juga sudah mulai membuka pendaftaran secara online, bagi para bakal calon legislatif, yang berkeinginan maju sebagai caleg dalam Pemilu 2019. Keseriusannya menjaring para calon legislatif secara online, agar mendapatkan caleg yang berkualitas untuk pemilu 2019. Terlebih, berdasarkan jadwal sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU), tahapan pemilu mulai dilaksanakan tahun 2017 ini. Diawali dengan verifikasi parpol September 2017, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan caleg pada Maret 2018.

“Artinya waktu yang kami miliki untuk menyusun caleg tinggal sembilan bulan lagi. Sehingga saat ini PPP sudah mulai melaksanakan penjaringan bakal caleg,” ujar Azis.

Azis menegaskan, partainya tidak menginginkan adanya caleg karbitan, yakni caleg yang muncul di saat-saat terakhir. Karena caleg seperti itu tidak akan bisa mengenali daerah pemilihan (dapil)nya dengan baik. Caleg karbitan juga bakal kesulitan berinteraksi dengan masyarakat di dapilnya, serta berpotensi tidak mampu menyatu dengan program internal partai. “Berangkat dari kekhawatiran itu, PPP DKI melakukan penjaringan sejak dini, agar calegnya nanti merupakan caleg-caleg pilihan,” tutur Azis.

Lebih lanjut Azis mengungkapkan, penjaringan bakal caleg dan rapat OKK yang dilaksanakannya ini, bakal menjadi bahan laporan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, saat digelarnya Rakornas teritorial pada 3 September. “Selain itu, penyusunan struktur partai mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, serta RW juga bakal menjadi program prioritas, yang akan disampaikan ke pusat,” katanya. (kutip ; indopos )

Bagikan ;