PPP DKI: Amerika Legalkan Penjajahan Israel Terhadap Palestina

Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadikan Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibukota Israel jelas memukul mundur ikhtiar damai yang dirintis berbagai pihak dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina.

foto;RMOL

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta Abdul Aziz menyatakan, penetapan Yerusalem sebagai ibukota Israel sama dengan melegalkan penjajahan negara Yahudi itu terhadap Palestina. Dan harus ditolak karena nyata-nyata bertentangan dengan resolusi legalitas Yerusalem yang merupakan bagian dari Palestina.

“Kami mendesak Presiden AS Donald Trump untuk mencabut keputusannya, dan mendesak Organisasi Kerja Sama Islam untuk melakukan langkah politik dan diplomatik membatalkan keputusan tersebut,” katanya saat menggelar aksi protes di depan Kedubes AS di Jakarta, Jumat (8/11).

Menurut Aziz, pihaknya mendukung kemerdekaan Palestina sebagaimana tertuang dalam sikap politik luar negeri Indonesia. Maupun dalam kapasitas Indonesia sebagai anggota OKI yang telah menghasilkan Revolusi Jakarta pada 2016 sebagai bentuk dukungan kemerdekaan Palestina dari penjajahan.

PPP juga menyerukan kepada segenap umat Islam untuk melakukan qunut nazilah, seraya mendoakan agar bangsa Palestina segera terbebas dari derita dan bisa hidup aman tenteram dalam suasana penuh perdamaian.

“Kami mengajak segenap komponen bangsa Indonesia untuk berdoa bagi keamanan dan ketenteraman dunia,” tegas Aziz

Bagikan ;