PPP Berduka Atas Insiden AirAsia

AKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menyatakan rasa duka cita atas insiden pesawat AirAsia yang jatuh di perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Di Harlah ke-42, PPP dibawah kepemimpinan Djan Faridz duka yang mendalam masih terasa menyelimuti seluruh kader partai berlambang Kakbah ini.

Ketua Umum Harian DPP PPP, Ibnu Hajar Dewantara, mengatakan, insiden tersebut harus bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama maskapai penerbangan supaya lebih mengutamakan keselamatan penumpang.

“Kami turut berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa AirAsia dan para korban meninggal. Maskapai penerbangan tidak hanya AirAsia harus memperhatikan kelayakan armadanya. Apakah itu layak terbang atau tidak,” katanya saat dihubungi, Senin (12/1/2015).

Ibnu mengatakan, kendati PPP saat ini tengah merayakan hari lahir, namun duka yang dirasakan keluarga korban dan masyarakat juga turut dirasakan. Meriahnya kegiatan Harlah PPP Mendengar dengan tema kondisi penerbangan di Indonesia ini tetap tak bisa dipungkiri ada duka sebagaimana yang dirasakan oleh keluarga penumpang pesawat rute Surabaya-Singapura itu.

“Kita sedih dan tidak bisa senang senang di acara Harlah ini, semua kembali kepada takdir tuhan, kan semua sudah ditakdirkan,” tuturnya.

Ibnu menambahkan, pihak AirAsia bersama dengan klaim asuransi harus melunasi hak para penumpang yang menjadi korban. Pasalnya, jika tidak diberikan itu di dalam islam haram hukumnya. Terlebih, secara hukum hal tersebut juga dianggap melanggar.

“Kalau tidak diberikan haram hukumnya secara Islam. Penumpang sudah membayar tiket pesawat dan di dalam tiket tersebut sudah termasuk asuransi, masa penumpang sudah memberikan kewajiban tidak menerima haknya,” tegasnya.

PPP, sambung Ibnu, memang tidak bisa berbuat banyak untuk membantu berbagai hal terkait dengan penanganan pesawat AirAsia termasuk dengan penumpangnya. Namun, pihaknya, mengaku akan selalu mendoakan para korban bisa segera ditemukan semuanya.

“Kita punya kelemahan dan punya kelebihan. Kelemahan kita adalah tidak bisa berbuat banyak untuk AirAsia karena batasan batasan dari pihak lain. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah berdoa sambil berharap agar jenazah korban AirAsia ditemukan semua, tidak memandang agama dan lain lain, itu kelebihan kita,” pungkasnya (kutip : okezone.com )