Anda di >
Beranda > Jakarta Kita > Pemprov DKI Jakarta Tekan Harga Daging Sapi di Bawah Rp 87.000 Per Kilogram Jelang Ramadan

Pemprov DKI Jakarta Tekan Harga Daging Sapi di Bawah Rp 87.000 Per Kilogram Jelang Ramadan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus menekan harga daging sapi jelang bulan ramadhan.
Keinginan itu sesuai yang diamanatkan Presiden Joko Widodo yang berkeinginan menekan harga hingga di bawah Rp87 ribu.  “Kita terus tekan. Kalau Rp80-85 ribu untuk beku bisa,” ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (9/5/2016).

Pihaknya akan menyesuaikan pengimporan daging sapi sesuai kuota yang dibutuhkan. “Impor tidak salah, yang salah kalau impor tapi tidak beli sapi lokal,” ucap Ahok.

Yang perlu dicermati, kata Ahok, mencegah adanya harga daging sapi yang melambung tinggi akibat praktik mafia pangan. Kelangkaan daging sapi sengaja diciptakan dengan menahan stok daging yang dikuasai para pengusaha penggemukan sapi. Sehingga kelangkaan komoditas di pasar membuat harga melonjak.
“Kalau bikin kuota-kuotaan, di situ ada permainan. Makanya kewajiban membeli yang lokal itu, kita lakukan. Kalau yang kuota-kuota itu tidak lepas dari permainan,” kata dia.

ILUSTRASI – Ade Sofian (35) memotong daging sapi saat melayani pembeli di jongkonya di Pasar Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Kamis (21/1/2016). Harga daging sapi kembali naik dari Rp 100.000 – Rp 110.000 per kg menjadi Rp 120.000 – Rp 130.000 per kg. Kenaikan harga tersebut dipicu oleh kebijakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen yang dikeluarkan pemerintah pada daging sapi impor.

Seperti diberitakan sebelumnya Presiden meminta menteri-menteri untuk mampu mengendalikan harga pangan saat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah mendatang.
Khusus untuk komoditas daging sapi, Jokowi meminta menteri-menteri menekan harga hingga di bawah Rp 87.000 per kilogram. “Saya ingin harga (daging) itu betul-betul, paling tidak kurang dan lebih di angka Rp 87 ribu,” ujar Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas di Kantor Presiden kemarin, Selasa (26/4/2016).

Menurut Jokowi, para menteri masih punya waktu 2,5 bulan untuk memikirkan strategi apa demi menekan harga daging saat hari Lebaran.( kutip : wartakota )

Top
%d blogger menyukai ini: