Anda di >
Beranda > Jakarta Kita > Mendapat Sindiran Mendagri, Djarot: Kita Ingin DPRD Pola Pikir Baru

Mendapat Sindiran Mendagri, Djarot: Kita Ingin DPRD Pola Pikir Baru

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo  menyindir perseteruan DPRD dan Basuki Tjahaja Purnama di rapat paripurna istimewa DPRD DKI Jakarta, Senin (22/3) kemarin. Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu mengingatkan eksekutif dan legislatif bersinergi membangun Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, sindirian tersebut sebagai saran untuk membangun komunikasi yang lebih baik. Tidak hanya secara pribadi, tetapi juga kelembagaan DPRD dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Itu artinya perlu komunikasi secara institusional dan kelembagaan. Kalau secara hubungan pribadi itu baik sebetulnya,” ujar Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (23/6).

Dengan komunikasi kelembagaan, Djarot meminta DPRD tidak lagi mengajukan pokok pikiran (pokir) dalam APBD di akhir pembahasan. Pokir 106 anggota dewan akan dimasukkan dalam APBD asalkan melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang).

“Kita ingin DPRD pola pikir baru. Misalnya pokir muncul mendadak di akhir pembahasan. Maunya kita ke depan pokir itu muncul melalui musrenbang tingkat kelurahan, kecamatan dan kota,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Tjahjo Kumolo sindir perseteruan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan 106 anggota DPRD DKI Jakarta yang terjadi beberapa waktu lalu. Tjahjo mengingatkan membangun Jakarta harus ada sinergi antara eksekutif dan legislatif.

‎”Hal terpenting hubungan yang baik dan sinergi antara gubernur dan Anda-anda yang terhormat anggota dewan,” sentil Tjahjo saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD DKI Jakarta dalam rangka HUT DKI ke-488. ( kutip : gatra )

Top
%d blogger menyukai ini: