KPK Periksa Pimpinan DPRD DKI

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap terkait pembahasan dua rancangan peraturan daerah (raperda) mengenai reklamasi di pantai utara Jakarta. Untuk mengusut kasus ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi dan Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik, Senin (11/4).

Keduanya diperiksa dalam kapasitas mereka sebagai saksi. Keterangan mereka dibutuhkan penyidik untuk melengkapi berkas perkara Ketua Komisi D DPRD, M Sanusi yang telah menjadi tersangka.

“Mereka (Prasetio dan Taufik) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MSN (M Sanusi),” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha kepada wartawan, Senin (11/4).

Pemeriksaan keduanya berkaitan dengan proses pembahasan Raperda tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RWZP3K) Provinsi Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

Selain menjabat wakil ketua DPRD, Taufik juga menjadi ketua Balegda DPRD DKI, sekaligus kakak Sanusi. Ruang kerja Taufik dan Prasetio di Gedung DPRD DKI telah digeledah tim penyidik KPK dalam mengusut kasus ini.

Selain Prasetio dan Taufik, KPK juga akan memeriksa Wakil Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan, Wakil Ketua Badan Legislasi DPRD DKI Merry Hotma, Kasubbag Rancangan Perda DPRD DKI Dameria Hutagalung, anggota Badan Legislasi DPRD DKI M Sangaji, dan anggota DPRD DKI dari Fraksi PKS, Slamet Nurdin. Seperti halnya Prasetio dan Taufik, lima orang ini juga diperiksa dalam kapasitas mereka sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara M Sanusi.

“Mereka juga diperiksa untuk tersangka MSN,” katanya. ( kutip : BeritaSatu )