Kecam Bom Masjid di Mesir, PPP Minta PBB dan OKI Turun Tangan

Wakil Ketua DPP Parta Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Arwani Thomafi mengecam keras peristiwa penembakan sekaligus pemboman Masjid Ar Raudah di Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11/2017).

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan juga Organisasi Konferensi Islam (OKI) diharapkan turun tangan untuk memastikan teror semacaman ini tak terulang di kemudian hari. Organisasi masyarakat keagamaan di Indonesia, diharapkan juga tanggap dengan situasi seperti ini.

“Aksi bom yang terjadi di Mesir menegaskan bahwa aksi teror sama sekali tidak terkait dengan Islam. Terang sekali bahwa korban dan segala kerugian berada di pihak Islam. Kelompok yang menjalankan aksi teror jelas tidak mewakili siapapun dalam Islam,” ujar Arwani melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (26/11/2017).

Arwani menegaskan bahwa aksi tersebut harus dilawan bersama-sama, khususnya oleh negara-negara Islam. Sebab, aksi pelaku merugikan sekaligus mencoreng Islam secara keseluruhan.

Arwani pun mendesak sejumlah pihak untuk melakukan tindakan nyata agar aksi teror serupa tidak terulang di masa yang akan datang.

Pertama, kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Arwani mendesak PBB mengeluarkan kebijakan khusus agar teror tidak terulang. Selain itu, juga memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman teror yang sewaktu-waktu bisa muncul tanpa pandang negara dan tempat.

Baca juga : Korban Tewas Serangan di Masjid Mesir Capai 305 Orang

Kedua, mendorong negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) mengeluarkan komitmen bersama melawan kelompok teror yang mengatasnamakan Islam.

“Misalnya dengan menggalang kekuatan antarnegara, karena gerakan teror ini nyatanya merupakan gerakan global,” ujar Anggota Komisi I DPR RI tersebut,

Ketiga, mendorong aparat keamanan Indonesia tetap waspada dan meningkatkan upaya deteksi dini atas tindakan teror.

Terakhir, mendorong organisasi berbasis keagamaan di Tanah Air untuk melakukan komunikasi intensif dengan kelompok sipil berbasis keagamaan di negara-negara Islam lainnya.

“Ini untuk menguatkan penyebaran paham keagamaan yang moderat sekaligus mendorong dialog antaragama untuk meminimalisir gerakan teror yang dibalut isu agama,” ujar Arwani yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PPP di MPR RI itu. (kutip ; kompas.com)