Jual Saham Bir, Belly: Ini Berkah Ramadhan dan Cita-cita PPP Sejak Dulu

Pelepasan saham milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di perusahaan bir, PT Delta Djakarta Tbk, adalah berkah di bulan Suci Ramadhan.

Demikian disampaikan anggota DPRD DKI dari Fraksi PPP, Belly Bilalusalam saat dihubungi telusur.co.id, Sabtu (19/5/18).

Belly Bilalusalam/Net (foto : telusur)

“Ini berkah Ramadhan. Melepas saham itu (Bir) cita-cita PPP dari dulu,” kata Belly.

Pentolan Angkatan Muda Ka’bah (AMK) Jakarta Timur itu bahkan memberi garansi jika Fraksi PPP, akan mendukung penuh niat Pemprov DKI melepaskan saham tersebut.

“Mantap. Kita mendukung penuh. Fraksi PPP setuju 100 persen. Karena ini sudah lama kita usulkan, dari dulu. Alhamdulillah kalau sekrang (usulan PPP DKI) ditangkap Gubernur (DKI, Anies Baswedan) ya dari dahulu kita begitu,” kata Sekretaris Fraksi PPP DPRD DKI itu.

Menurut Belly, jika ada fraksi di DPRD DKI yang menolak pelepasan saham di perusahaan minuman beralkohol itu, maka patut dipertanyakan.

Kalau ada yang tidak setuju, ya dipertanyakan ada apa,” kata Belly.

Sebelumnya, Pemprov DKI ingin melepas saham milik mereka yang ada di perusahaan bir. Namun, Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi merasa keberatan dengan keinginan Pemprov Pimpinan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno itu.

Wagub Sandiaga menjelaskan, jika dividen yang diterima dari perusahaan bir itu tidak sesuai dengan harapan. Dimana, terakhir diterima sekitar Rp 38 miliar, sedangkan nilai yang dibidik dengan tim di atas Rp 1 triliun.

Selain itu, pihaknya ingin mendapatkan dividen yang halalan toyiban. Dengan menjualnya, dana tersebut bisa digunakan untuk begitu banyak pembangunan yang bisa dirasakan masyarakat langsung. Sandi juga memastikan, proses pelepasan saham bisa dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Prasetyo Edi menyesalkan keputusan Pemprov DKI yang melepas saham di perusahaan produsen minuman beralkohol, PT. Delta Djakarta. Sebab, kata dia, perusahaan tersebut memberikan keuntungan cukup besar.

“Saya menyayangkan keputusan itu, mengingat perusahaan tersebut telah memberikan dividen cukup besar setiap tahunnya dan berkontribusi terhadap PAD (pendapatan asli daerah). Sayang sekali kalau sampai dilepas sahamnya,” kata Prasetyo ( kutip : telusur.com )