Anda di >
Beranda > Nasional > Ini Alasan Jokowi Hadiri Muktamar PPP

Ini Alasan Jokowi Hadiri Muktamar PPP

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan menghadiri Pembukaan Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (8/4). Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan dua alasan mengapa dirinya hadir di Muktamar tersebut.

“Kenapa saya hadir pada Muktamar VII sore ini. Ada dua alasannya. Pertama, tadi siang saya bertanya apakah Mbah Kiai rawuh hadir? Apakah Mbah Kiai (Maimun Zubair) datang? Saya diberitahu tadi habis Jumatan, Mbah Kiai sudah di Jakarta,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Alasan kedua, katanya, dia hadir karena surat-surat undangan yang disampaikan ke Presiden Jokowi sudah ditandatangani oleh Ketum Suryadharma Ali dan Sekjennya Romahurmuziy. “Ini berarti islah beneran,” tandas Jokowi.

Presiden mengatakan bahwa sejak berdiri tahun 1973, PPP mempunyai tempat khusus dalam sejarah bangsa Indonesia. PPP, katanya menjadi salah satu pilar persatuan bangsa, penegak kedaulatan rakyat, dan penyalur aspirasi untuk mencapai kehidupan rakyat yang sejahtera.

“Karena itu, PPP tidak boleh tergores, pecah. Saya yakin PPP bisa melakukan konsolidasi internal. Kalau ada gesekan, itu biasa, tetapi secepatnya diselesaikan,” imbuh dia.

Jokowi juga menganjurkan agar PPP tidak menghabiskan energi untuk perdebatan dan polemik yang tidak produktif. Dia berharap setelah Muktamar VIII, tidak ada lagi yang pergi bersengketa ke menkumham, tetapi pergi ke istana untuk memperkenalkan kepengurusan yang baru.

“Jangan lagi ada 2 grup datang (ke istana). Sejam datang satu grup, sejamnya lagi ada (grup lain),” tandasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan persaingannya sekarang bukan lagi persaingan internal atau persaingan antara individu, kelompok atau partai. Sekarang, kata dia, persaingannya sudah masuk pada persaingan antara Negara yang harus dihadapi bersama-sama.

“Sekali lagi, saya sampaikan jangan habiskan energy untuk hal-hal yang tidak produktif. Kita sudah masuk persaingan masyarakat ekonomi asean. Sudah ‘masuk’, bukan ‘akan’ lagi,” pungkas Presiden Jokowi.

Muktamar VIII PPP dihadir sejumlah menteri kabinet, di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menkumham Yasona L Laoly, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan anggota Watimpres Suharso Monoarfa.

Hadir juga perwakilan dari partai politik, di antaranya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, dan Sekjen Nasdem, Nining Indra Saleh.

Selain Maimun Zubair, para senior dan sesepuh PPP juga hadir, seperti Ketua Majelis Pertimbangan Zarkasih Nur, Ketua Majelis Pakar Anwar Sanusi, anggota Mahkamah Partai Aisyah Aminy dan Arman Remi, serta sesepuh partai, Bachtiar Chamsyah. ( kutip : beritasatu )

Top
%d blogger menyukai ini: