You are here
Home > Jakarta Kita > Gerakan Nasional Wakaf Alquran Wujud Kepedulian Umat

Gerakan Nasional Wakaf Alquran Wujud Kepedulian Umat

Jakarta – Gerakan Nasional Wakaf Alquran (GNWA) sebagai ikhtiar kelompok umat muslim Indonesia untuk menyebarkan Alquran ke seluruh masjid di Indonesia yang masih kekurangan.

PPP sebagai inisiator GNWA membantu pemerintah dalam menyalurkan Alquran ke seluruh masjid di Indonesia yang berjumlah sekitar 800 ribu lebih dari separuhnya masih kekurangan.

Ketua Dewan Pembina GNWA, Romahurmuziy yang sekaligus sebagai Ketua Umum PPP mengatakan, gerakan mendistribusikan Alquran sebagai wujud kepedulian kepada umat.

“Gerakan ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2010 dan telah membagikan 50.000 Alquran ke seluruh nusantara dan hari ini diluncurkan secara resmi oleh Menteri Agama,” kata Romi, usai menghadiri peluncuran GNWA, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (10/6) malam.

Menurutnya, gerakan tersebut juga sebagai upaya ingin membantu pemerintah dalam menyalurkan kitab suci umat Islam ke seluruh daerah. Sebab, negara tidak cukup memproduksi banyak Alquran sesuai kebutuhan di setiap masjid.

“Kalau berharap negara pemerintah menyampaikan Alquran ke masjid-masjid sungguhlah masih sangat jauh kemungkinannya, karena jumlah anggaran tidak sangat memadai,” terangnya.

Untuk itu, kata Romi, PPP bergerak menyalurkan Alquran melalui para donatur yang ingin membagikan sebagian rezekinya. Selanjutnya, PPP mendistribusikan ke semua wilayah yang kekurangan.

“Karena itu kami berinisiatif mengetuk para donatur untuk berwakaf menyumbangkan rezeki mereka mewakafkan al quran ke seluruh penjuru nusantara,” jelasnya.

Ia menjelaskan, jumlah masjid di Indonesia yang tercatat di Kementerian Agama sebanyak sekitar 800.000 lebih, setengahnya masih memerlukan Alquran.

“Kami menilai tiap masjid membutuhkan minimal 10 Alquran sehingga kalau ada 800.000 masjid maka membutuhkan 8 juta Alquran,” ujarnya.

Ia menjelaskan yayasan membuka permohonan wakaf bagi masjid yang memerlukan Alquran, dan di sisi lain pihaknya juga menerima wakaf dari sejumlah donasi yang ingin menyumbangkan.

“Kami tidak memiliki data akurat terkait jumlah Alquran di tiap masjid dan kualitasnya karena itu masyarakat bisa memberitahukan melalui media sosial dan juga jaringan kami seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama,” katanya.

Dalam acara peluncuran GNWA itu dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Wakaf Al Quran Romahurmuziy, Pengasuh Ponpes Darurrahman KH. Syukron Makmun.

Selain itu juga dihadiri anggota DPR RI seperti anggota Komisi III DPR Arsul Sani, anggota Komisi II DPR Achmad Baidowi, anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati, dan anggota Komisi VIII DPR Muslih. ( kutip : jurnas )

Top