Di Hadapan MUI, Ahok Luruskan Tudingan-tudingan FPI

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menghadiri acara pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta. Momen bertemu dengan para ulama DKI Jakarta itu pun dimanfaatkan Ahok untuk mengklarifikasi tudingan FPI yang menyebut dirinya musuh Islam.

Salah satu pelurusan yang dilakukan Ahok yaitu mengenai isu yang menyebutkan dirinya melarang umat muslim melakukan pemotongan hewan qurban saat hari Raya Idul Adha. Di hadapan para ulama, Ahok mengatakan dirinya tidak pernah melarang pemotongan hewan qurban, namun yang diinginkan olehnya yaitu ‎proses pemotongan hewan qurban di pusatkan dalam beberapa tempat, di antaranya di rumah potong hewan (RPH) yang berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dalam aksinya, massa menuntut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mundur dari jabatannya, Jumat (31/10/2014). (Liputan6.com/Johan Tallo)

“Tentang hewan kurban ini coba tanya Pak Sekda, saya itu memindahkan pemotongan hewan kurban di Jalan Stainless karena saya enggak mau hewan tercemar penyakit. Di Arab Saudi saja pemotongan hewan kurban diatur sedemikian rupa, tidak boleh dibuang sembarangan di pinggir jalan,” ujar Ahok di Balaikota, Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Terkait ucapannya itu, Ahok mengatakan banyak yang memelintir dan dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyerang dirinya. ‎Padahal, aturan yang dituangkan dalam Instruksi Gubernur Nomor 67 Tahun 2014 tentang aturan hewan kurban itu bermaksud baik dan demi kepentingan warga muslim di Jakarta.

“Soal Intruksi Gubernur (Ingub) itu juga sebenarnya sama juga aturannya dengan yang dibuat gubernur sebelumnya, masalahnya Ingub yang sekarang itu saya yang tanda tangani,” ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.

‎Tak hanya itu, Ahok juga mengklarifikasi tudingan dirinya akan membongkar masjid di dalam kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM). Ia justru mengatakan, pihaknya ingin memugar masjid tua tersebut menjadi lebih besar, agar mampu menampung kapasitas jamaah yang lebih besar.

“‎Dulu dibilang, ini gara-gara Herbertus Joko Widodo. Sekarang mana ada masjid yang mau dibesarkan tidak dibongkar dulu sebelumnya? ‎Segelintir orang politis langsung bilang, ini karena gubernurnya kafir,” ucap Ahok.

Selain dihadiri para ulama di DKI Jakarta, acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua MUI Pusat KH Ma’ruf Amin, Ketua MUI DKI Jakarta Ahmad Syarifuddin Abdul Ghani dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) DKI Jakarta AM Fatwa. (kutip: liputan6 )

Bagikan ;