APBD DKI 2015 Sudah Realistis

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Pemprov DKI tidak memprotes terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2015 yang sudah ditetapkan.

Pernyataan ini disampaikan Tjahjo terkait protes menyangkut penurunan nilai APBD 2015 yang dipatok Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebesar Rp69,28 triliun. “Harus realistis. Karena APBD 2015 sebesar Rp69,28 triliun sudah realistis,” katanya, Sabtu (11/4).

Menurut Tjahjo, Pasal 314 Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda) harus dimaknai utuh. “Substansi kegiatan tidaklah bisa sama pada tahun anggaran 2015 dengan tahun anggaran 2014. Karena anggaran hanya bisa membiayai gaji (12 bulan) dan sisa kebutuhan (8 bulan),” ujarnya.

HILANG 4 BULAN
Saat ini, kata Tjahjo, sudah hilang empat bulan untuk biaya pembangunan. “Maka penjumlahannya adalah belanja Rp 63,65 triliun (Pergub APBD 2014) ditambah pengeluaran pembiayaan yang committed (unggulan) seperti untuk transportasi MRT, Transjakarta sehingga berjumlah Rp 69,28 triliun. Tidak bisa Rp 72 triliun sebagaimana dalam asumsi Gubernur DKI,” ucapnya.

Justru, sambung Tjahyo, tidak rasional jika pihaknya menyetujui APBD 2015 sebesar Rp 72 triliun. “Angka Rp 69,28 ini justru lebih tinggi dari Rp 67,26 triliun yang diproyeksikan oleh Gubernur DKI pada belanja tahun anggaran 2015,” ucapnya.

Sebelumnya Kemdagri telah menyetujui APBD 2015 dari pagu anggaran 2014 senilai Rp69,28 triliun. Angka Rp 69,28 triliun itu lantas menimbulkan kekecewaan Ahok. Menurut Ahok, jika Pemprov DKI Jakarta menggunakan pagu anggaran APBD-P 2014 maka total APBD 2015 seharusnya Rp 72,9 triliun ( kutip : poskota )

Bagikan ;