Alat Kelengkapan Belum Ada, Anggota DPRD DKI Akui Makan Gaji Buta

Dua bulan sudah pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta berlalu. Namun, hingga Rabu (12/11/2014), mereka belum juga memulai kerja. 

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Jhonny Simanjuntak mengatakan, hal ini terjadi karena belum ada alat kelengkapan Dewan. Ia pun mengaku hanya duduk dan menerima tamu. 

“Sekarang menganggur. Sudah makan gaji buta,” kata Jhonny saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu.

“Sekarang mau gunakan apa, kita belum ada alat. Tunggu saja begitu alat kelengkapan Dewan terbentuk, pasti langsung kerja,” kata dia. 

Hal itu juga diutarakan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Zainuddin. “Ini kita kayak orang luntang-lantung tidak jelas apa yang mau dikerjakan,” ucap Zainuddin. 

Sebetulnya, kata Zainuddin, Fraksi Partai Golkar sudah menyerahkan nama-nama orang untuk duduk di komisi, satu pekan setelah pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta.

Ia pun mendesak pimpinan DPRD segera mengambil langkah untuk membentuk alat kelengkapan Dewan. Hal itu, kata dia, untuk menepis anggapan bahwa anggota DPRD makan gaji buta karena kerjanya tidak jelas. 

Menurut dia, hambatan yang ditemui adalah masih ada fraksi yang belum mau menerima jatah pimpinan di alat kelengkapan. 

Ia juga menginginkan penyelesaian secara musyawarah lekas diputuskan dengan voting. “Akibatnya ini belum terbentuk alat kelengkapan Dewan, banyak hal yang pasti tertunda, seperti pembahasan APBD. Bila begini terus, malu kita,” ucap dia. (kutip : kompas )